Allah telah memberikan kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya, dan sebagai hambanya, sudahkah kita bersyukur atas segala pemberian-Nya? Bersyukur adalah berterimakasih atau mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Sebagai seorang muslim, kita wajib untuk mengucapkan syukur. Apabila kita bersyukur Allah akan menambahkan nikmat kepada mereka yang bersyukur, sebagaimana manfaat bersyukur kepada Allah. Dan dalam sumber syariat Islam pun terdapat dallil-dalil yang memerintahkan agar manusia senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

Dalam sebuah ayat Al-Qur’an, Allah berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jjika kamu hanya menyembah kepada –Nya.” (QS. Al-Baqarah ayat 172)

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan hambanya untuk menikmati rezeki yang baik yang telah Dia berikan, dan memberikan perintah agar manusia senantiasa bersyukur apabila mereka memang hanya menyembah Allah.

Dan Allah juga berfirman dalam (QS. Al-‘Ankabut ayat 17) : “Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu mmberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.”

Dalam beberapa ayat tersebut Allah memerintahkan agar manusia yang menyembahnya senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya, dan berikut adalah tips bersyukur.

Tips Bersyukur Menurut Islam

Bersyukur merupakan sifat yang baik atau akhlak yang terpuji, dan Allah mencintai orang-orang yang bersyukur. Bersyukur tidak hanya cukup diucap dalam lisan saja, namun juga dalam hati dan perbuatan. Agar tidak menjadi orang yang kufur dalam Islam dalam hal nikmat, berikut ada beberapa cara bersyukur menurut Islam atau tips bersyukur menurut Islam :

  1. Menyadari nikmat yang telah diberikan Allah

Orang yang bersyukur senantiasa menyadari, bahwa apa yang dia dapat dan dia miliki merupakan pemberian dari Allah SWT., dan orang tersebut akan senantiasa mengucap syukur dan berkata bahwa nikmat yang ia dapatkan berasal dari-Nya.

Dalam sebuah hadits, dari Ibnu Abbas radhiyallahu’ anhu, ia berkata :

Ketika itu turun hujan dimasa Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam, lalu Rasulullah berkata : ”Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata ‘Inilah rahmat Allah’, sedangkan orang yang kufur nikmat berkata ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu.” (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut dijelaskan, bahwa orang yang bersyukur senantiasa menyadari bahwa segala apa yang diberikan oleh Allah adalah sebuah nikmat, sedangkan orang yang kufur nikmat tidak mmenyadari akan hal tersebut.

  1. Senantiasa berterimakasih kepada sesama

Selain berterimakasih kepada Allah, kita juga harus berterimakasih kepada manusia atau orang yang menjadi perantara pemberi nikmat Allah. Selalu mengucapkan rasa terima kasih kepada orang yang telah menjadi perantara dalam pemberian nikmat Allah merupakan suatu akhlah yang mulia menurut Islam.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan, ‘Jazaakallahu khair’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR. Tirmidzi)

Orang yang senantiasa tidak mengucapkan terimakasih kepada sesama, hal tersebut sama saja seperti kufur nikmat Allah atau tidak bersyukur kepada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam : “orang yang tidak berterimakasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

  1. Selalu merasa cukup

Orang yang senantiasa merasa selalu cukup atau qanaah atas apa yang dimilikinya, sebenarrnya mereka itu adalah termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat Allah, sedangkan oranng yang selalu merasa kurang dengan apa yang dimilikinya, maka orang tersebut termasuk kedalam golongan orang yang kufur nikmat Allah.

Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda : “Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Selalu mengucap syukur

Orang yang bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya akan senantiasa mengucap syukur. Mengucap syukur yang dimaksud adalah mengucap kalimat pujian-pujian dan hamdallah kepada Allah.

  1. Senantiasa berdzikir

Cara mensyukuri nikmat Allah juga dapat dilakukan dengan berdzikir, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah.

Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam, bersabda :

“Barangsiapa pada pagi hari berdzikir: Allahumma ashbaha bii min ni’matin au biahadin min khalqika faminka wahdaka laa syariikalaka falakal hamdu wa lakasy syukru (Ya Allah , atas nikmat yang engkau berikan kepada ku hari ini atau yang engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat itu hanya dari-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap syukur hanya untuk-Mu).

Maka ia telah memenuhi harinya dengan rasa syukur. Dan barang siapa mengucapkannya pada sore hari, ia telah memenuhi malamnya dengan rasa syukur.” (HR. Abu Daud)

  1. Perbanyak sedekah

Bersedekah merupakan salah satu cara bersyukur yang dapat kita lakukan, karena dengan bersedekah itu berarti kita telah mengingat nikmat yang telah Allah berikan. Bersedekah tidak akan mengurangi sedikitpun nikmat yang Allah berikan, justru keutamaan bersedekah adalah Allah akan melipatgandakan nikmat merekaa yang senantiasa bersedekah dijalan-Nya.

  1. Rajin beribadah

Rasa bersyukur dapat kita lakukan dalam bentuk ibadah, misalnya : senantiasa melakukan shalat wajib, bersedekah atau menjalankan ibadah serta amalan-amalan sunnah lainnya dalam Islam.

  1. Merenungkan nikmat Allah

Untuk menjadi hamba yang selalu bersyukur, kita haruslah senantiasa menyadari, mengingat dan merenungkan nikmat yang telah Allah berikan, begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan. Dengan merenungkan nikmat-Nya kita akan senantiasa terjaga dari sifat kufur nikmat.

  1. Menjauhi larangan Allah

Dalam Islam, terdapat larang-larangan yang tidak boleh dilanggar oleh hamba Allah. Dan dengan menjauhi segala larangan-Nya, kita telah menunjukan wujud rasa syukur kita terhadap nikmat pemberian-Nya.

  1. Melakukan sujud syukur

Dari Abu bakrah Nafi’ Ibnu Harits radhiyallahu’ anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam biasanya jika menjumpai sesuatu yang menggembirakan beliau bersimpuh untuk sujud. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah.” (HR. Abu Daud)

Dari hadits tersebut dapat kita tiru teladan Rasulullah yang senantiasa melakukan sujud sebagai wujud rasa syukurnya kepada Allah SWT.

Bersyukur merupakan suatu akhlak terpuji dalam Islam, dan sebagai hamba-Nya yang taat kita wajib untuk senantiasa bersukur atas segala nikmat yang telah Dia berikan, baik itu dalam skala besar ataupun skala kecil, kita harus tetap bersyukur. Dan Allah mencintai orang-orang senantiasa bersyukur kepada-Nya.

 

sumber : http://dalamislam.com