Banyak himbauan kepada calon jemaah haji maupun umrah yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Himbauan tersebut disampaikan melalui travel penyelenggara umrah maupun haji, atau melalui badan pemerintahan yang mengurusi haji dan umrah. Himbauan atau pesan disampaikan dengan maksud untuk memperbaiki atau menjaga jemaah haji ketika berada di tanah suci.

Tidak sedikit jemaah haji yang menaati aturan tersebut. Banyak jemaah haji yang melawan aturan dan pesan yang diberikan pemerintah Indonesia. Akibatnya, banyak jemaah haji yang tersiksa dengan keadaannya sendiri bahkan tidak mampu beribadah dengan khusu’ dan ridho hanya kepada Allah SWT. Sering kali jemaah haji direpotkan dengan barang bawaannya yang banyak dan cenderung tidak digunakan.

Berikut adalah himbauan yang harus diketahui oleh jemaah haji maupun jemaah umrah dan wajib dikerjakan ketika berada di tanah suci :

  • Tidak layaknya atau tidak sepantasnya seorang muslim yang melaksanakan ibadah sholat di samping atau dibelakang seorang wanita, baik sholat di Masjid Haram maupun ditempat yang lain. Karena itu tidak pantas untuk dilakukan, dan sebaiknya seorang wanita melakukan sholat dibelakang laki-laki. Ini yang sering terjadi dimanapun, seseorang terkadang sholat dengan keadaan sembarangan tanpa melihat kanan, kiri maupun depan dan belakangnya.
  • Pintu-pintu dan jalan masuk ke Masjid Haram adalah tempat yang tidak boleh ditutup, hanya karena mengejar sholat berjama’ah. Hal ini sering terjadi, karena semua jemaah haji maupun umrah ingin mengerjakan sholat berjamaah ketika di masjid Haram sehingga banyak jemaah haji yang kurang berkonsentrasi dengan keadaan tersebut.
  • Tidak boleh duduk atau sholat di dekat ka’bah atau berdiam diri di Hijir Ismail atau di Maqam Ibrahim karena dapat mengganggu jemaah lain yang melakukan tawaf. Apalagi jika dalam keadaan penuh dan sesak, hal itu akan sangat mengganggu orang lain dan membahayakan bagi diri kita.
  • Hukum mencium Hajar Aswad adalah sunnah, sedangkan hukum menghormati sesama muslim adalah wajib. Lebih baik, jangan menghilangkan perkara yang wajib hanya karena mengerjakan yang sunnah. Lebih baik berisyarat dengan mengacungkan ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir dan terus lakukan tawaf dengan tetap berada pada barisan kelompok dan janganlah keluar dari barisan sampai tawaf yang anda lakukan selesai. Hal ini sering dilakukan oleh para jemaah haji atau umrah karena ingin lebih dekat dengan hajar aswad dan bisa menciumnya. Padahal, itu dapat membahayakan kita jika kita tertinggal dengan kelompok.
  • Mencium rukun yamani tidak termasuk sunnah, maka cukuplah dengan isyarat mengecup tangan dan mengarahkannya (cium jauh) ke Rukun Yamani sambil membaca Bismillahi Allahu Akbar. Perbuatan ini juga sering dilakukan jemaah haji, karena mereka ingin berdoa ditempat mustajabah dan dapat menyentuh rukun Yamani.

Sahabat ihram, sebaiknya kita tetap menaati aturan atau himbauan pemerintah maupun instansi terkait yang menyelenggarakan haji dan umrah. Karena itu adalah perbuatan yang baik bagi kita, dan tidak membahayakan diri kita. Semoga bermanfaat.

sumber : media.ihram.asia