Nah mungkin banyak pertanyaan yang muncul dibenak kita apa umroh bisa haji? atau, apa haji bisa ibadah umroh? Nah berikut ini penjelasan perbedaan dari Ibadah Haji dan Ibadah Umroh , agar kita tetap bisa melaksanakannya dengan kusyu’.

Perbedaan ibadah umroh dengan ibadah haji adalah pada waktu dan tempat pelaksanaan ibadah.

Umroh dapat dilaksanakan sewaktu-waktu, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, kecuali waktu-waktu yang dilarang, dimulai dengan berihrom dan niat dari tempat miqot yang ditetapkan dan melakukan thawaf, sa’i serta tahalul di Masjidil Haram.

Sedangkan ibadah haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 1 Syawal hingga 13 Dzulhijjah. Sementara pelaksanaan ibadah haji sendiri adalah mulai 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah. Pelaksanaannya dimulai dengan berihrom dan niat dari tempat miqot yang ditetapkan, wukuf di Padang Arofah, mabit atau menginap di Muzdalifah, melepar jumrah dan mabit di Mina, serta  ditutup dengan thawaf ifadhoh di Masjidil Haram. Pelaksanaan ibadah umroh bisa berdiri sendiri, namun ibadah haji harus disertai ibadah umroh. Baik dengan Haji Ifrad, Haji Qiran, maupun Haji Tamattu.

Jadi tempat dalam melakukan ibadah haji dan umroh pun berbeda. Memang keduanya ada kesamaan, misalnya dalam hal miqat (tempat pertama kali mengucapkan niat haji/umroh). Juga karena melakukan ibadah yang sama yaitu thawaf dan sa’i maka tempatnya pun sama, yaitu di Mekah. Namun untuk umroh tidak ada syariat wukuf dan mabit sehingga tidak diperlukan pergi ke Arafah, Mina dan Muzdalifah. Dalam ibadah haji ketiga tempat tersebut wajib dikunjungi karena termasuk rukun dan wajib haji.

Dari segi bentuk atau jenis ibadah juga ada perbedaan. Ibadah umroh hanya melakukan ihram dan niat, thawaf, sa’i serta tahallul. Yakni jika telah selesai sa’i maka melakukan tahallul dengan menggunting rambut atau mencukur gundul. Sementara itu ibadah haji adalah ibadah umroh (ihram dan niat, thawaf, sa’i serta tahallul) ditambah dengan wukuf di Arafah, mabit (tinggal/menetap) di muzdalifah dan melempar jumroh serta mabit di Mina.

Dengan demikian jelas bedanya antara haji dan umroh. Jadi, inti prosesi ibadah haji adalah wukuf di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah selepas matahari tergelincir sampai magrib. Apabila hal itu tidak dilakukan maka seseorang tidak dapat dikatakan sudah berhaji. Sedangkan ibadah umroh intinya hanya melakukan thawaf dan sa’i. Keduanya didahului dengan memakai pakaian ihram di miqat (tempat) yang telah ditentukan dan diakhiri dengan tahallul (bercukur).

Jadi bagi seorang calon jamaah umroh dan haji, penting ia harus mengetahui apa itu ibadah haji, apa itu ibadah umroh. Calon jemaah umroh dan haji harus bisa membedakan ibadah-ibadah mana  yang termasuk haji dan mana yang termasuk umroh.