Empat asosiasi haji dan umrah di Indonesia menanggapi adanya tambahan biaya visa umrah 2000 Riyal bagi jamaah yang sudah berumrah tiga tahun terakhir. Empat asosiasi yang tergabung dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah Haji Republik Indonesia (AMPHURI), Himpunan Penyelenggaraan Umrah dan Haji (HIMPUH), Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Republik Indonesia (Asphurindo) dan Kesatuan Travel Haji Umrah Republik Indonesia (KESTHURI), menegaskan tambahan biaya visa umrah tersebut memang sudah berjalan.

Namun Ketua Umum KESTHURI Asrul Azis Taba mengatakan, masih ada upaya keinginan dari asosiasi yang mewakili PPIU (Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah), meminta pemerintah Indonesia untuk menegosiasikan kebijakan tersebut. “Kita ingin minta pertimbangan ke Saudi, tentunya lewat pemerintah Indonesia yang menegosiasikannya,” kata dia dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (27/10).

Negoisasi, kata dia, karena ada beberapa informasi yang berkembang cukup berbeda-beda. Ada yang menilai kebijakan itu berlaku sekarang sehingga semua yang berumrah kali ini dianggap baru berumrah sekali. Baru kemudian, kalau ia berangkat lagi beberapa bulan selanjutnya baru dikenakan tambahan biaya 2.000 riyal.

Sementara ada yang beranggapan, itu sudah berlaku bagi mereka yang sudah berumrah tiga tahun ke belakang. Tapi, Asrul menegaskan, dari proses yang sudah asosiasi jalankan seminggu terakhir, sistem itu sudah berjalan.

“Mereka yang mengajukan proses visa umrah ke Kedutaan Saudi Arabia sistem visa sudah terlihat. Siapa yang sudah berumrah tiga tahun ke belakang atau mereka yang baru berumrah untuk mengajukan visa,” ujarnya.

Artinya, ketentuan penambahan biaya visa umrah 2.000 Riyal bagi yang sudah berumrah tiga tahun ke belakang itu sudah berlaku. Ia menegaskan, jadi tidak semua jamaah umrah dikenakan tambahan biaya 2.000 Riyal, hanya mereka yang telah berumrah berulang dihitung dari tiga tahun ke belakang.

Proses yang berjalan adalah PPIU melalui asosiasi mengajukan permohonan visa umrah. Dari daftar yang diajukan tersebut pihak Saudi mengonfirmasi mana saja calon jamaah umrah yang dikenakan biaya tambahan tersebut, dan mana yang tidak. Kemudian daftar tersebut diterima dan dikonfirmasi akan dilakukan pembayaran baru akan dikeluarkan visa umrah dari MOFA.

Sampai saat ini seberapa besar pengaruh tambahan biaya umrah ini dengan pengurangan jamaah, pihaknya belum bisa memprediksi. Karena beban tambahan biaya visa umrah ini akan dikenakan kepada jamaah bukan penyelenggara umrah, sehingga wajar bila ada penurunan jamaah.

“Ada yang mengatakan akan berkurang 30 persen, ada yang mengatakan akan berkurang 40 persen. Kita belum tahu berapa penurunan jamaahnya, karena ini baru berlaku seminggu terakhir,” ujarnya.

sumber : republika.co.id