Batu – Warganet digaduhkan dengan beredarnya video keributan di sebuah tempat pernikahan. Video diunggah ke jejaring Facebook dengan judul “Pesta Pernikahan Diobrak Abrik oleh Sang Mantan”. Lokasi kejadian diketahui berada di Dusun Burek, Desa Giripurno, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Ada tiga potongan video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Eris Riswandi itu. Tampak sejumlah pria saling lempar kursi sampai baku hantam di pesta pernikahan pasangan Fakhruddin Hamzah dan Mira di Dusun Burek, Desa Giripurno, Bumiaji, Kota Batu

Pengunggah video itu menceritakan mantan dari mempelai wanita itu datang membawa teman-temannya yang berwajah sangar. Mereka membuat keributan di pesta pernikahan yang digelar pada Kamis, 29 Agustus 2018 sekitar pukul 22.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo membenarkan adanya keributan di pesta pernikahan itu. Namun, penyebabnya bukan karena ulah sang mantan tak terima ditinggal nikah sebagaimana yang ramai diperbincangkan di Facebook.

“Anggota kami sudah mengecek, bertemu dengan keluarga pengantin. Keributan itu disebabkan salah paham antar tamu,” kata Anton dikonfirmasi di Batu, Minggu (2/9/2018).


Pengakuan Keluarga Pengantin

Pengakuan pihak keluarga pengantin, keributan dipicu kesalahpahaman antara tamu pesta pernikahan itu. Di pesta itu menghadirkan hiburan musik elekton. Ada dua tamu pria berjalan bergandengan di antara deretan meja tamu. Tanpa sengaja, keduanya terperosok ke lubang yang sengaja ditutup kain untuk kepentingan tenda pernikahan.

Para tamu lainnya tertawa keras saat melihat dua orang itu terperosok. Karena sama-sama dalam pengaruh minuman keras, rekan dari dua orang itu menyangka ada yang sengaja mendorong sampai jatuh.

Saling lempar gelas mineral pun berlanjut hingga lempar kursi dan berbagai benda lainnya. Termasuk saling kejar hingga di atas panggung musik elekton.

Keributan itu berlangsung kurang lebih selama 60 menit. Fakhruddin mempelai pria sempat pingsan saat kejadian tersebut. Diduga ia terkejut melihat keributan di pesta pernikahannya itu. Apalagi para tamu wanita turut berteriak histeris di tengah kegaduhan tersebut.

“Pihak keluarga pengantin sudah menyelesaikan secara kekeluargaan. Karena murni kesalahpahaman antartamu pernikahan,” ujar Anton.

Tidak ada korban dalam keributan antara tamu di pesta pernikahan itu. Kepolisian Kota Batu juga tak memproses secara hukum para pihak yang terlibat dalam tawuran itu. Apalagi juga tak ada laporan pengaduan yang masuk ke polisi.

“Kami berpegang pada keterangan keluarga pengantin. Soal informasi yang beredar di sosial media, kami tak jamin kebenarannya,” Anton menandaskan.