Mekah – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali menyatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tergolong sukses. Nizar menggunakan tolok ukur tidak adanya insiden signifikan saat puncak haji.

“Kita lihat masa kritis sudah selesai tidak ada insiden yang berarti yang dirasakan ketika puncak. Bisa disimpulkan haji tahun ini sukses,” ujar Nizar di Misfalah, Mekah, Senin (27/8/2018).

Sampai Senin siang waktu Arab Saudi, atau H+7 Wukuf Arafah, total jemaah meninggal sebanyak 184 orang. Adapun jemaah haji dirawat sebanyak 255 orang.

Jumlah jemaah meninggal tersebut menurun signifikan dibanding tahun lalu yakni 657 orang. Adapun di tahun 2016 jumlah jemaah meninggal sebanyak 342 orang.

“Tadi Pak Dubes (Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh) menyatakan bahwa Gubernur Mekah mengatakan ini adalah kesuksesan yang tiada banding. Artinya bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya ini adalah yang terbaik,” ujar Nizar.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kesempatan sebelumnya mengatakan menurunnya angka kematian jemaah tersebut merupakan hasil dari makin ketatnya seleksi untuk jemaah haji yang memiliki risiko tinggi. “Ini adalah hasil ikhtiar kita sejak beberapa waktu yang lalu, beberapa bulan yang lalu untuk lebih ketat menyeleksi jemaah jemaah kita, khususnya yang berisiko tinggi atau risti agar memenuhi istitho’ah,” kata Lukman.

Tak hanya itu saja, pria yang juga merupakan amirul hajj Indonesia ini mengatakan menurunnya jumlah jemaah haji meninggal itu juga disebabkan gesitnya petugas haji di bidang kesehatan.

“Kedua adalah ini adalah buah keberhasilan para petugas yang senantiasa memberikan sosialisasi penyuluhan di bidang kesehatan terhadap jemaah haji kita sehingga pola hidup sehat dan seterusnya itu bisa sesuai dengan ketentuan,” ujar Lukman.