Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang dirancang untuk belajar mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran dibawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal yang umumnya wajib, jenjang pendidikan tersebut dimulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.Sekolah menurut status terbagi menjadi dua, yaitu sekolah negeri (sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan perguruan tinggi) sekolah swasta (pesantren yang memiliki yayasan pendidikan).

Kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan sekolah umum dengan pesantren. Apakah Anda tahu sekolah umum dan pesantren itu apa??

  1. Sekolah Umum adalah sistem pendidikan formal yang biasanya dikelola oleh pemerintah dan lebih banyak mata pelajaran umum dibandingkan dengan agama. Jenjang pendidikan yaitu SD, SMP, SMA.
  2. Pesantren adalah sekolah yang memadukan antara sekolah umum dengan pendidikan pondok pesantren (sekolah berasrama yang kental akan pendidikan agama). Di pesantren para siswa akan tinggal di asrama dalam kurun waktu yang cukup lama. Tidak hanya ilmu agama yang diajarkan di pesantren namun pengetahuan umum pun akan diajarkan disana. Pesantren merupakan sekolah dengan paket ilmu yang sangat komplit “Ilmu Agama dapat, pengetahuan umum pun dapat”.

Kelebihan dari Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan, yaitu :

Pertama 
Pondok Pesantren menekankan pendidikan dengan basis mengharusutamakan kecerdasan spiritual (SQ) disamping kecerdasan intelektual (IQ) dan emosional (EQ) bagi para santri. Sehingga para santri akan memiliki kecerdasan dan karakter yang kuat dan mudah bersosialisasi di masyarakat. Hal ini yang menyebabkan para santri lebih mudah diterima dan bermanfaat di tengah-tengah masyarakat.

Kedua 
Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di bumi nusantara ini yang didirikan oleh para wali, kyai dan penyebar Agama Islam yang melakukan tafaqquh fi Al-Diin dengan Ikhlas. Mereka adalah orang-orang yang bersih batinnya dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini yang menyebabkan Ilmu yang diperoleh di Pondok Pesantren menjadi lebih berkah.

Ketiga

sedang khawatir dari beragam pengaruh negatif yang ada di tengah-tengah masyarakat. Narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja, dan lain sebagainya sedang mengancam teman, tetangga bahkan keluarga kita sendiri. Nah, di Pondok Pesantren dengan pengawasan penuh dari Kyai, Guru-guru dan Pengurus Pondok Pesantren, santri sepenuhnya bisa dikontrol dan dilindungi dari pengaruh negatif tersebut. Dengan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam Nusantara, Pondok Pesantren menjadi lembaga yang memiliki daya tahan (imun) dari berbagai ancaman pengaruh negatif.

Keempat
Pondok Pesantren akan menghasilkan alumni santri yang memiliki solidaritas berbasis Islam yang kuat. Hidup bersama tunggal liwet, tunggal bancik selama bertahun-tahun telah membentuk santri menjadi pribadi yang memiliki rasa solidaritas dengan sesama.

Kelima
Santri akan mampu mengintegrasikan ilmu yang didapat melalui madrasah formal dengan ilmu agama yang didapat melalui pendidikan pesantren dengan kitab kuning-nya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu inilah yang akan memudahkan para santri untuk memahami makna hidup yang sesungguhnya. Hidup mandiri, terpisah dari orang tua, fasilitas apa adanya, akan membentuk santri sebagai muslim yang bertanggung jawab dan terbiasa memotivasi dirinya sendiri untuk lebih baik.

Keenam
Sebagai lembaga pendidikan unggulan, Pondok Pesantren mampu melakukan pembentukan karakter Muslim Nusantara yang sesuai dengan ajaran Islam yang berpadu dengan nilai-nilai tradisi, budaya dan kearifan lokal pada semua sisi kehidupan, sehingga melahirkan Pribadi Muslim Nusantara yang mencintai Islam, berkomitmen penuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bertoleransi dalam keberagaman, menghargai kemajemukan, dan selalu menebarkan perdamaian.

Kesemuanya ini hanya ada di Pondok Pesantren yang berbasis Nahdlatul Ulama. Lantas, jika demikian, masih adakah alasan untuk tidak mendukung dan menyukseskan Gerakan Nasional “Ayo Mondok?”