MAKKAH — Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin mengatakan ketertiban dan ketaatan jamaah merupakan kunci kesuksesan haji. Berbagai aturan dan imbauan petugas haji yang merupakan penjabaran taklimatul hajj Arab Saudi wajib dan mutlak ditaati.

“Kita tentu menginginkan pelaksanaan haji berjalan dengan lancar, karena itu kita selalu belajar dari pengalaman dahulu. Dari situ kita berinovasi, memberikan arahan dan pelajaran kepada jamaah sekalian agar dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan kembali ke Tanah Air dengan selamat,” kata Lukman kepada ratusan jamaah haji dari hotel Zamazim ar-Raudhah Makkah, Rabu (15/8).

Haji merupakan hajatan umat berskala dunia. Tahun ini Pemerintah Indonesia memindahkan 221 ribu jamaah haji dari Tanah Air ke Arab Saudi.

Ada yang lebih dahulu mendarat di Bandara Madinah untuk lebih dahulu melaksanakan ibadah arba’in, kemudian berlanjut ke Makkah untuk puncak haji. Ada pula yang datang ke Makkah untuk prosesi haji terlebih dahulu. Setelah itu jamaah berziarah ke Madinah.

Lukman mengingatkan meski berkumpul dengan banyak masyarakat Indonesia di Tanah Suci, jamaah harus menyadari mereka berada di negeri orang. Ada keharusan untuk menjaga muruah bangsa dengan menaati peraturan yang ada.

Hal ini harus dilaksanakan dengan konsisten. Satu jamaah dan lainnya harus saling mengingatkan hal tersebut. Jangan sampai mereka terlibat suatu perkara yang mencoreng nama besar bangsa Indonesia di mata masyarakat Saudi.

“Alhamdulillah, jamaah Indonesia dikenal taat, santun bertutur kata, murah senyum, dan dermawan,” kata Lukman.

Mereka disegani dan dihormati jamaah haji dari berbagai negara. Pada tahun ini, Kementerian Haji Arab Saudi menegur petugas dan perusahaan yang melayani jamaah Indonesia. Hal ini terjadi saat petugas Saudi nampak serampangan dalam percepatan pendorongan jamaah Indonesia ke bus menuju Makkah.

Hal itu menunjukkan ada itikad menerima kritikan. “Ini sebelum-sebelumnya tak pernah terjadi,” kata Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat, beberapa waktu lalu.

Perubahan pelayanan Saudi tahun ini sangat positif bagi jamaah Indonesia. Kekurangan-kekurangan kecil di sana-sini dalam pelayanan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan laporan yang akan disampaikan ke pihak terkait.