“Satu langkah wanita keluar rumah tanpa menutup aurat, satu langkah pula ayahnya hampir masuk neraka. Satu langkah seorang istri keluar rumah tanpa menutup aurat, satu langkah suaminya hampir masuk neraka”.

Harus diluruskan dulu, ini BUKAN HADITS. Karena memang bukan hadits, maka jangan sekali-sekali kita menisbatkan sebuah ungkapan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang aslinya ini memang bukan perkataan beliau. Ancaman bagi yang membuat dan menyebarkannya tidak main-main, Dari Ali r.a, Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

“Janganlah kalian berbohong dengan mengatasnamakan diriku. Karena sesungguhnya barangsiapa yang berbohong dengan mengatasnamakan aku, maka dia akan masuk neraka” (HR. Bukhari no. 106, HR. Muslim no. 1, HR. Ahmad no. 1292, HR. At- Tirmidzi no. 2660, dll). Dari Anas bin Malik r.a, Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

“Barangsiapa sengaja berbohong dengan mengatas namakan diriku, maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari api neraka” (HR. Muslim no. 2, HR. Bukhari no. 108, HR. Nasa’i no. 5882). Sedangkan berdosanya seorang ayah itu jika dia tidak mendidik dan mengingatkan anaknya, terlepas dari itu.. jika seorang ayah sudah memberitahu dan sudah mendidik anaknya untuk taat kepada Allah, lalu anaknya tidak taat.. ayahnya tidak berdosa.

Sedangkan dosa seorang suami dan ayah yang meninggalkan istri dan anak-anaknya, ini tentunya ada dosa tersendiri, Abdullah bin Umar r.a berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.” (HR. Al-Bukhari no. 844 dan Muslim no. 1829)

Sampaikan kepada temannya, jangan mendzalimi diri sendiri dengan membuka auratnya, dia yang merugi .. lebih baik fokus kepada diri dan mamanya yang masih ada disampingnya. Jangan membuat beliau bertambah sedih dengan melihat anaknya yang demikian. Jangan memilih untuk terluka dan menyimpan dendam, lalu merugikan diri sendiri dengan jalan yang salah. Hati hati dengan mindset kita, hati hati menempatkan sudut pandang kita jangan asal diletakkan, sayangi diri kita, cintai dan kasihi hati kita… Benahi pikiran, benahi hati, benahi sudut pandang, letakkan sudut pandang kita ditempat yang paling baik, ditempat yang selaras dengan keinginan Allah.. ini ujian, Jika masih selalu dominan rasa kecewa yang hadir, maka saatnya kembali ‘masuk ke dalam’, benah benah hati kembali.