Saat ini tren extension bulu mata sudah banyak dilakukan para beauty seeker yang menginginkan bulu mata panjang dan lentik. Nah, buat kamu yang masih bingung apakah extension bulu mata halal atau haram ? ini dia jawabannya…

Menyambung bulu mata atau lebih dikenal dengan eyelashes extension memang sedang banyak diminati. Proses menyambung bulu mata ini bisa memberi kesan bulu mata yang lentik dan cantic seketika. Meskipun bisa membuat penampilan berubah dengan instan, tapi banyak juga yang meragukan tentang kehalalan treatment ini. Banyak yang berpendapat jika tanam bulu mata dalam islam sebenarnyat tidak diperbolehkan. Namun ada juga yang menyatakan jika tidak ada hukum extension bulu mata yang menyatakannya halal atau haram. Nah, agar kamu lebih yakin sebelum melakukan eyelashes extension, tidak ada salahnya untuk mencari hukum tanam bulu mata berikut ini.

Hadist Tentang Menyambung Rambut

Dalam pandangan agama Islam, peraturan-peraturan kehidupan memang bisa didapatkan dari hadis dan firman Allah. Nah, untuk masalah extension bulu mata, ada salah satu hadis yang membahas mengenai hukum menyambung rambut, termasuk juga bulu mata lho.

Ketika itu ada seorang gadis Anshar yang baru saja menikah dan ia mengalami sakit yang mengakibatkan rambutnya rontok. Kemudian, keluarga gadis itu berencana untuk menyambung rambut anak gadis mereka dengan rambut palsu.

Kemudian, nabi Muhammad SAW menjawab bahwa akan dilaknat wanita yang menyambung rambut dan orang yang menyambungkan rambutnya.

Beautynesian, menyambung rambut atau bulu mata dilarang dalam agama Islam karena berarti kita telah mengkufuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT lho.

Seperti yang dilansir dari Konsultasi Syariah, ketika menjelaskan hadis di atas, An-Nawawi mengatakan:

Al-Washilah (wanita yang menyambung rambut) adalah orang yang berprofesi menyambung rambut seorang wanita dengan rambut lainnya. Sedangkan al-Mustaushilah adalah wanita yang meminta orang lain menyambungkan rambutnya.

Hadis ini secara tegas menunjukkan haramnya menyambung rambut, dan laknat hukumnya untuk wanita yang menyambung rambut atau konsumen yang disambungkan rambutnya. Inilah pendapat yang kuat. (Syarh Shahih Muslim An-Nawawi, 14:103).