Di antara ketentuan dalam transaksi jual-beli menurut jumhur fuqaha adalah: orang yang bertransaksi adalah orang yang berakal sehat, barang yang diperjualbelikan adalah milik seseorang dan bukan barang najis, ada nilai tukar yang disepakati. bagaimana halnya dengan transaksi jual-beli organ tubuh tertentu, di mana dengan organ tersebut si penjual tetap bisa hidup, seperti menjual salah satu ginjal misalnya.

Dalam berbagai kitab fiqih ditemukan pernyataan para fuqaha yang tidak memperbolehkan jual-beli organ tubuh, karena bisa mencelakakan diri sendiri. Allah SWT melarang keras perilaku mencelakakan diri sendiri ini; Dan belanjakanlah harta bendamu di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah, karena sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (al-Baqarah: 195). Juga dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah SAW. Bersabda: La dha-rara wala dhirara (Tidak boleh membuat mudarat/bahaya kepada diri sendiri, dan juga tidak boleh membuat mudarat/bahaya kepad orang lain).

Oleh karena itu, memperjualbelikan bagiannya sama dengan memperjualbelikan manusia itu sendiri, sedang memperjualbelikan manusia itu sendiri, sedang memperjualbelikan manusia itu amat diharamkan. Wallahu alam.