JAKARTA — Bank Mandiri Syariah (BSM) medukung rencana Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan pembayaran pendaftaran dan pelunasan biaya pendaftaran ibadah haji (BPIH) melalui sistem non-teller. “Pada prinsipnya Mandiri Syariah mendukung rencana Kemenag terkait pembayaran non-teller atau menggunakan elektronik channel (mobile banking, internet banking, dan lain-lain) sebagai media pembayaran BPIH,” kata Kepala Kelompok Haji Umrah Mandiri Syariah Vita Andrianty kepada Republika.co.id, Selasa (2/10).

Menurut dia, rencana tersebut sangat efektif mempercepat proses pembayaran BPIH. Selain itu, sistem non-teller memberi kemudahan bagi calon jamaah haji (calhaj).

Saat ini, Vita mengatakan, Mandiri Syariah sudah mengakomodir kebutuhan elektronik channel bagi nasabah yang merencanakan berhaji dengan membuka rekening Tabungan Mabrur. Kategori Tabungan Mabrur itu diperuntukkan untuk tabungan haji nasabah Mandiri Syariah secara daring via mobile banking.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Bank BRI Syariah, Tbk. Indri Tri Handayani mengatakan siap dengan rencana perubahan mekanisme sistem pembayaran pendaftaran dan pelunasan biaya haji itu terealisasi. Menurut dia, pembayaran non-teller lebih memudahkan jamaah. Sebab, sistem pembayaran non-teller membuat jamaah bisa melakukan pelunasan ongkos haji di manapun.

Kendati demikian, Indri mengatakan masih menunggu aturan pasti dari Kemenag terkait hal tersebut. “Untuk SOP (sistem pembayaran non-teller) akan menyesuaikan begitu ada kepastian dari Kemenag terkait penggunaan sistem pelunasan haji yang baru,” kata Indri.

Hal senada juga diutarakan BNI Syariah yang menyambut baik rencana penerapan sistem pembayaran non-teller. Sekretaris BNI Syariah Rima Dwi Permatasari menilai sistem pembayaran non-teller bukan saja memudahkan jamaah melakukan pendaftaran dan pelunasan biaya haji. Namun, penggunaan sistem pembayaran non-teller juga meningkatkan inklusi keuangan syariah melalui program haji.

“Sesuai dengan dinamika teknologi dan digital yang memberikan kemudahan akses dan layanan kepada nasabah, penerapan sistem non-teller ini juga dapat meningkatkan inklusi keuangan syariah lewat program haji,” kata dia, Senin (1/10).

Rima mengatakan dengan infrastruktur e-chanel yang dimiliki, BNI Syariah siap bersinergi dengan Kementerian Agama melaksanakan sistem pembayaran non-telleruntuk pendaftaran dan pelunasan biaya haji. Kendati demikian, menurut dia, perlu peningkatan kapabilitas sistem agar memberi kenyamanan kepada jamaah. Karena itu, BNI Syariah masih menunggu mekanisme resmi sistem pembayaran non-teller dari Kemenag.

Kepala Seksi Perjalanan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Solo, Rosyid Ali Safitri mengatkan Kanwil Kemenag Solo bersiap melaksanakan mekasnisme sistem pembayaran non-teller tersebut. Namun Rosyid belum dapat memastikan verifikasi pembayaran akan dilakukan dengan sistem manual atau menggunakan alat. “Insya Allah Solo siap, masih menunggu regulasinya dari Ditjen PHU, kami hanya pelaksana. Kemenag Solo sedang mempersiapkan layanan terpadu,” kata dia.