Jakarta – Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Pahala N Mansury, menyebut bahwa rute penerbangan umrah ke Jeddah dan Madinah menjadi salah rute yang cukup potensial. Selain, animo masyarakat yang tinggi, hal ini juga dibuktikan dari pendapatan perseroan tahun lalu pada penerbangan tersebut mencapai USD 200 juta.

“Setiap tahun jumlah revenue yang kami peroleh untuk umrah, tidak termasuk haji itu kurang lebih sekitar USD 200 juta per tahun,” kata Pahala saat ditemui di Gedung Garuda Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).

Dengan demikian, dirinya pun yakin pada tahun ini rute penerbangan umrah ke dua kota tersebut akan tumbuh lebih besar. “Pasti double digit, kami tidak bisa sampaikan (angka pasti pendapatan),” imbuh Pahala.

Diketahui, sebelumnya PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) dan PT Garuda indonesia (Persero) melakukan penandatanganan kerjasama Asuransi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) milik Garuda Indonesia.

Dalam kerjasama ini Askrindo menjamin instrumen sekuritisasi aset keuangan yang diterbitkan Garuda Indonesia dengan aset dasar yang dijadikan jaminan berupa hak atas pendapatan penjualan tiket rute penerbangan Jeddah dan Madinah milik Garuda Indonesia.

“Tentunya itu adalah rute yang selama ini potensinya terus berkembang ya. Namanya orang mau umrah. Dan jumlahnya juga cukup besar,” tutup Pahala.