sering kali melihat bahwa manusia suka sekali memaksa Allah dalam hal memilih pasangan. ada banyak doa seperti “ya Allah, semoga dia yang aku cintai menjadi jodohku. ya Allah berikanlah hamba jodoh yang tampan atau cantik, soleh atau solihah, kaya dan pintar”. Semua doa yang dipanjatkan hampir sangat spesifik dan terkesan mengintervensi Allah , sehingga membuat otak manusia langsung terpusat pada jodoh ke satu orang yang sangat ia cintai, atau yang saat ini menjadi pacarnya. sehingga jika yang datang melamar bukan yang dicintai, maka serta merta ditolak. ini yang sangat berbahaya dan bisa saja akan sulit menemukan pasangan dikemudian hari.

ada kisah dari seseorang perempuan yang mulai menua karena mencari pasangan yang sesuai dengan keinginannya. kisa ini bisa menjadi pelajaran yang berharga buat kita renungi. di usianya yang hampir 40 tahun ia belum menemukan pria yang sesuai dengan keinginannya. persoalan memilih ini memang boleh, akan tetapi pilihan yang kita pilih harus realistis, jika ada yang serius ingin membangun rumah tangga karena niat ibadah dan Lillah. kenapa harus ada ego yang terus menerus tertanam dalam diri sehingga hati tertutup dari cinta yang lain, cinta tulus dari orang baik yang juga baik untuk masa depannya nanti.

sebelum ia berumur 40 tahun, saat itu ia sering menutup hati pada setiap laki-laki yang ingin dekat dengannya. karena kriteria yang amat tinggi itu ia sulit menemukan laki-laki yang cocok di hatinya. saat umur semakin bertambah dan ia mulai menua, ia mencoba mengesampingkan kriteria tinggi itu. tetapi tetap saja saat ada laki-laki yang hendak mendekati tapi ia tidak suka, langsung ditolak tanpa diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat.

memasuki usia yang lebih dari 40 tahun ini akhirnya ia mau tidak mau harus menikah. kemudian ia menikah dengan laki-laki duda dengan anak satu yang baik dan sangat mencintainya. nasib manusia tidak ada yang tau, jodoh pula tidak ada yang tau akan dengan siapa kita akan bergandengan. dari cerita diatas kita bisa mengambil hikmah bahwa jika tidak jodoh, kita tidak bisa memaksakan kehendak kita sendiri, karena dalam setiap langkah hidup ini masih ada campur tangan Allah. tetap meminta yang terbaik pada Allah.

saat jodoh datang menghampiri, nurani seringkali tertutupi karena nafsu dan rasa egois dalam diri. Maunya ingin hidup bersama orang yang dicintai, namun jika Allah tidak menghendaki kita berjodoh dengan orang yang kita cintai, lantas kita mau apa? bahkan sesungguhnya Allah tau yang terbaik buat kita saat ini dan juga nanti. memang saat ini kita belum merasakan, tapi didalam perjalanan rumah tangga nanti kita akan merasakan, bahwa apa yang dipilihkan Allah untuk hamba-hambaNya butuhkan.

kriteria boleh tinggi dan dalam hal jodoh manusia punya hak untuk memilih. akan tetapi tetap Allah SWT maha akhir yang memustuskan apakah pilihan kita adalah benar-benar jodoh kita dunia akhirat. kita pasrahkan pada Allah saja segala urusan hidup kita agar semua berjalan baik dan berkah.

sumber : Chumaidah, Luluk.2017.Melihat Hilal Temukan Halal Hal,61-62. Surabaya: Yayasan Pondok Pesantren Mahasiswa dan Yatim Piatu Al- Jihad.