Suatu ketika nabi sedang puasa Aisyah sedang memasak , Aisyah memasak tidak sadar masak.. begitu sudah jadi aisyah kemudian bersedih, Ya Allah bagaimana ini kok saya masak ya. Nabi kecewa pasti karena beliau puasa kok saya masak ya? tiba-tiba, masya allah… seorang suami datang, istriku kamu masak ya? iya jawab Aisyah. kemudian “saya tidak puasa hari ini mari kita nikmati, masya allah”. 

Tiba-tiba suatu ketika Aisyah tidak punya bahan untuk memasak, sedih, ya Allah bagaimana ini, hari ini kan Rasulullah tidak puasa saya tidak ada makanan, kemudian tidak lama datanglah Rasulullah “sayang kamu tidak masak hari ini kan?” “iya suamiku” kemudian Rasulullah memberitahu istri nya “ketahuilah saya puasa” Masya Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladan telah memberikan contoh dalam kehidupan beliau. Kepada orang kafir dan musuh-musuh Islam Rasulullah adalah sosok yang tegas. Di medan jihad, beliau adalah panglima perang pemberani, sementara di rumah beliau adalah sosok yang romantis dan lembut terhadap istrinya, sebagaimana diutarakan dalam hadits,

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى. رواه الترمذى

Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallau ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi).