Selama ini kita mungkin hampir tidak pernah mendengar seorang wanita mengumandangkan adzan. Banyak di antara kita yang mungkin bertanya mengenai bolehkah wanita mengumandangkan adzan? Apakah suara wanita termasuk aurat atau tidak?

Terdapat dua jawaban disini. Jawaban pertama menjelaskan bahwa wanita tidak diperbolehkan mengumandangkan adzan karena hal ini belum pernah terjadi di masa Nabi Muhammad SAW, bahkan tidak pernah terjadi juga pada zaman Khulafa’ur Rasyidin.

Sedangkan jawaban kedua menjelaskan bahwa suara bukan termasuk aurat. Hal ini sejalan dengan kisah zaman Rasulullah dimana beberapa wanita bertanya tentang urusan agama Islam kepada Rasul dan mereka selalu melakukan hal tersebut selama zaman Khulafaur Rasyidin serta pemimpin selanjutnya. Namun, berbeda dengan hukum menjawab adzan bagi perempuan karena ini bisa dilakukan oleh siapa saja.

Menurut bahasa azan berarti pemberitahuan tentang sesuatu. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’an Surat At-Taubah Ayat 3 yang berbunyi :

(QS. At-Taubah : 3)

وأذن مّن الله ورسوله إلى النّاس

 

“Dan (inilah) suatu seruan atau pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia”

Dalam surat yang lain yakni surat Al-Anbiya Ayat 109 Allah Berfirman :

(QS. Al-Anbiya : 109)

ءاذنتكم على سوآء

 

“Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita)”

Selain itu, adzan juga bermakna seruan atau panggilan. Makna ini digunakan ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam diperintahkan untuk memberitahukan kepada manusia untuk melakukan ibadah haji.

(QS. Al-Hajj : 27)

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

 

“Dan panggillah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”

Adzan memiliki keutamaan yang besar sehingga andai saja orang-orang tahu keutamaan pahala yang didapat dari mengumandangkan Adzan, pastilah orang-orang akan berebutan. Bahkan kalau perlu mereka melakukan undian untuk sekedar bisa mendapatkan kemuliaan itu.

Hal itu atas dasar hadits nabi SAW :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فيِ الآذَانِ وَالصَّفِ الأَوَّلِ ثُمَّ لمَ ْيَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا رواه البخاري وغيره

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,

”Seandainya orang-orang tahu keutamaan adzan dan berdiri di barisan pertama shalat (shaff), dimana mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali harus mengundi, pastilah mereka mengundinya di antara mereka..”(HR. Bukhari)

Selain itu, ada keterangan yang menyebutkan bahwa nanti di akhirat, orang yang mengumandang-kan adzan adalah orang yang mendapatkan keutamaan dan kelebihan.

Di dalam hadits lainnya disebutkan :

عَنْ مُعَاوِيَةَ أَنَّ النّبِيَّ قَالَ: إِنَّ المُؤَذِّنِيْنَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ القِيَامَةِ رواه أحمد ومسلم وابن ماجه

Dari Muawiyah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,

”Orang yang adzan (muazzin) adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat”. (HR. Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah)

Seperti penjelasan beberapa hadist dan ayat diatas sudah tergambar jelas betapa besarnya pahala bagi seorang muadzin bahkan posisi tersebut akan menjadi rebutan jika semua orang tahu pahala yang akan diberikan oleh Allah. Sayangnya, wanita tidak boleh mengumandangkan adzan. Mengapa? Berikut beberapa poin dari alasan mengapa wanita tidak diperbolehkan untuk Adzan dan Iqomah

1. Seorang wanita tidak diperbolehkan mengumandangkan adzan karena adzan termasuk masalah-masalah yang ditampakkan dan zhahir dimana merupakan perkara dari seorang pria. Hal ini hampir sama dengan perkaraa jihad dimana wanita tidak diberikan tugas untuk melaksanakan jihad dan hal lain yang serupa.

2. Wanita tidak diperbolehkan mengumandangkan adzan karena hal ini belum pernah terjadi di masa Nabi Muhammad SAW, bahkan tidak pernah terjadi juga pada zaman Khulafa’ur Rasyidin.

3. Meskipun suara dari wanita bukan termasuk aurat, tetapi saat seorang wanita berbicara dengan lemah lembut maka ia dapat memperdaya kaum pria sehingga menimbulkan fitnah diantaranya, karena itu wanita tidak diperbolehkan untuk adzan dan iqomah.